Suatu saat kamu mengalami hal
yang namanya “kegagalan”.
Apa yang akan kamu lakukan saat
gagal ada di depan matamu tepat dihadapanmu dan telah menyerangmu?
Bagaimana kamu menerima kegagalan
itu padahal gagal itu sangat kejam telah merampas hidupmu, menjadi redup,
menjadi gelap, mati dan membaku?
Sehingga kamu tak mau mengenal
lagi yang namanya “kehidupan”, tak mau kenal siapapun, tak mau mengatakan
apapun, tak mau berbuat apapun, hanya diam, diam, diam dalam ruang gelap dalam
pesta kebisuan.
“Alangkah ruginya kamu jika
seperti itu!”
“Haaaaaaaaah? Kenapa musti rugi,
toh hidupku sudah dirampas oleh kegagalan!”
Ya, memang sifat dan sikap
manusia dalam kehidupan sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang
positif dan negatif. Ada yang baik da nada yang buruk. Itulah kenyataannya,
sudah tak aneh lagi jika banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan jalan
bunuh diri karena kegagalan, sungguh kegagalan memang kejam.
“Kejam???”
“Apakah benar kegagalan itu
kejam?”
Perhatikan!
Menurut KBBI, kata kejam adalah
tidak menaruh belas kasihan, bengis, zalim.
Disaat kita mengalami kegagalan
dengan mudahnya kita katakan dalam mindset “kegagalan itu kejam”,
Bener apa bener? Ya, sebagian
orang itu berfikir seperti itu, kejam dalam artian telah merusak hidupnya. Apa yang
ia inginkan dan harapkan ternyata berbelok dari hasil dan kenyataan.
Oke, saya terima kamu mau
mengatakan apapun tentang kegagalan itu terserah kamu dan kembali kepada kamu. Namun,
disini saya akan coba menjelaskan tentang kegagalan menurut versi imajinasiku,
pemikiranku dari hasil kontemplasi (eitssss jadi berfilsafat :D), maklum masih
ada aroma segar dari mata kuliah filsafat.
Kegagalan, suatu nama yang tidak
mau didengar oleh semua jenis manusia dari mulai anak-anak, remaja, dewasa,
manula, laki-laki, perempuan, tukang ojek, becak, odong-odong, petani, sampai
presiden. Ayo ngakuuu??? Tidak mau gagal kan? Hehehe Jlebbbbb… ketahuan deeehh!
Sekarang aku akan merubah mindset
kamu, eh emang bisa? Iyalah masa iya dong.
Caranya gampang-gampang susah,
jika kamu mengalai kegagalan, jangan takut, jangan mundur, jangan lemah, jangan
cemen, jangan putus asa karena yang namnaya kegagalan itu tidak ada, yang ada
hanya “KESUKSESAN YANG TERTUNDA”, betapa bersyukurnya orang-orang yang sudah
atau sedang mengalami kegagalan, karena dengan adanya kegagalan pintu gerbang
KESUKSESAN telah didepan mata, sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi kegagalan
dengan hati yang lapang, penuh dengan optimisme dan prasangka baik terhadap
rencana yang telah Allah tentukan untukmu. Don’t be sad! Don’t give up!
Kegagalan itu tandanya Allah
masih sayang padamu dan Allah telah menyapamu setelah sekian lama kamu berusaha
dengan tanganmu sendiri tanpa meminta uluran pertolongan Allah, sungguh orang
yang sombong yang seperti itu.
Yakin + Berusaha + Berdo’a
Yakin. Yakinlah bahwa kamu akan
sukses, niatkan dalam hati kamu akan sukses
Berusaha. Berusahalah sampai
batas kemampuanmu, karena ku yakin aku, kamu, dia , mereka pasti bisa
melakukannya.
Berdo’a. Setelah kamu berusaha
kamu ceritakan semuanya kepada Allah SWT. Kamu pasrahkan semuanya atas segala
kekuranganmu dan bersyukur atas kelebihan yang Allah berikan untukmu.
Dan,
Hadapilah kegagalan dengan
senyuman, tersenyumlah, lihat ke langit dunia, hari esok masih ada, langit
masih diatas, tanah masih ku pijak. Apa lagi yang kau pikirkan. Let’s take action!
Karena kamu orang-orang yang
beruntung yang telah didekatkan dengan pintu kesuksesan dengan adanaya
KEGAGALAN.
(^_^)IIII
See you later. . .