Sabtu, 29 September 2012

Terlalu Cepat

Aku tahu,
Terlalu cepat ku tahu,
Ku coba menunduk, menundukan hakikat diri,
"Aku siapa? Siapa aku?"

Aku yang banyak khilaf dan dosa,
pantaskahku tahu?

Aku tahu,
Terlalu cepat memang ku mengambil kesimpulan
Terlalu PD memang

Hanya Yang Maha Tahu-lah yang menakdirkan
Tulang rusuk siapakah yang cocok dengannya
Walau bukan aku
Sekali lagi bukan aku

Ku lakukan dengan diam
Walau hanya diam
Tak ada yang tahu ku menanam rasa
Rasa yang rahasia

Biarkan selalu ku simpan sampai takdir berbicara
Biarkan dulu ku diam
Sampai tak ada kekecewaan

Hanya Allah Yang Ku mau

Sabtu, 15 September 2012

Gagal? Gak layaw!


Suatu saat kamu mengalami hal yang namanya “kegagalan”.
Apa yang akan kamu lakukan saat gagal ada di depan matamu tepat dihadapanmu dan telah menyerangmu?
Bagaimana kamu menerima kegagalan itu padahal gagal itu sangat kejam telah merampas hidupmu, menjadi redup, menjadi gelap, mati dan membaku?
Sehingga kamu tak mau mengenal lagi yang namanya “kehidupan”, tak mau kenal siapapun, tak mau mengatakan apapun, tak mau berbuat apapun, hanya diam, diam, diam dalam ruang gelap dalam pesta kebisuan.

“Alangkah ruginya kamu jika seperti itu!”
“Haaaaaaaaah? Kenapa musti rugi, toh hidupku sudah dirampas oleh kegagalan!”

Ya, memang sifat dan sikap manusia dalam kehidupan sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang positif dan negatif. Ada yang baik da nada yang buruk. Itulah kenyataannya, sudah tak aneh lagi jika banyak orang yang mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri karena kegagalan, sungguh kegagalan memang kejam.
“Kejam???”
“Apakah benar kegagalan itu kejam?”
Perhatikan!
Menurut KBBI, kata kejam adalah tidak menaruh belas kasihan, bengis, zalim.
Disaat kita mengalami kegagalan dengan mudahnya kita katakan dalam mindset “kegagalan itu kejam”,
Bener apa bener? Ya, sebagian orang itu berfikir seperti itu, kejam dalam artian telah merusak hidupnya. Apa yang ia inginkan dan harapkan ternyata berbelok dari hasil dan kenyataan.
Oke, saya terima kamu mau mengatakan apapun tentang kegagalan itu terserah kamu dan kembali kepada kamu. Namun, disini saya akan coba menjelaskan tentang kegagalan menurut versi imajinasiku, pemikiranku dari hasil kontemplasi (eitssss jadi berfilsafat :D), maklum masih ada aroma segar dari mata kuliah filsafat.
Kegagalan, suatu nama yang tidak mau didengar oleh semua jenis manusia dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, manula, laki-laki, perempuan, tukang ojek, becak, odong-odong, petani, sampai presiden. Ayo ngakuuu??? Tidak mau gagal kan? Hehehe Jlebbbbb… ketahuan deeehh!
Sekarang aku akan merubah mindset kamu, eh emang bisa? Iyalah masa iya dong.
Caranya gampang-gampang susah, jika kamu mengalai kegagalan, jangan takut, jangan mundur, jangan lemah, jangan cemen, jangan putus asa karena yang namnaya kegagalan itu tidak ada, yang ada hanya “KESUKSESAN YANG TERTUNDA”, betapa bersyukurnya orang-orang yang sudah atau sedang mengalami kegagalan, karena dengan adanya kegagalan pintu gerbang KESUKSESAN telah didepan mata, sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi kegagalan dengan hati yang lapang, penuh dengan optimisme dan prasangka baik terhadap rencana yang telah Allah tentukan untukmu. Don’t be sad! Don’t give up!
Kegagalan itu tandanya Allah masih sayang padamu dan Allah telah menyapamu setelah sekian lama kamu berusaha dengan tanganmu sendiri tanpa meminta uluran pertolongan Allah, sungguh orang yang sombong yang seperti itu.

Yakin + Berusaha  + Berdo’a

Yakin. Yakinlah bahwa kamu akan sukses, niatkan dalam hati kamu akan sukses
Berusaha. Berusahalah sampai batas kemampuanmu, karena ku yakin aku, kamu, dia , mereka pasti bisa melakukannya.
Berdo’a. Setelah kamu berusaha kamu ceritakan semuanya kepada Allah SWT. Kamu pasrahkan semuanya atas segala kekuranganmu dan bersyukur atas kelebihan yang Allah berikan untukmu.

Dan,
Hadapilah kegagalan dengan senyuman, tersenyumlah, lihat ke langit dunia, hari esok masih ada, langit masih diatas, tanah masih ku pijak. Apa lagi yang kau pikirkan. Let’s take action!
Karena kamu orang-orang yang beruntung yang telah didekatkan dengan pintu kesuksesan dengan adanaya KEGAGALAN.

(^_^)IIII
See you later. . .

Minggu, 09 September 2012

Menjadi Penulis


Untuk menjadi seorang penulis ada yang bilang mudah dan ada juga yang bilang susah. Namun, disini saya tekankan bilanglah "mudah" untuk menjadi seorang penulis. Kenapa mudah? Dengan kata "mudah" tersebut akan merangsang otak untuk mudah melakukan kegiatan layaknya seorang penulis. Seorang penulis lahir bukan hanya dari bakat namun minat yang tinggi akan menjadikan seseorang menjadi penulis.
Untuk menjadi penulis kita akan dihadapkan dengan berbagai kendala, diantaranya karya yang kita buat masih belum sempurna. Eitsss jangan takut kesempurnaan hanya milik Tuhan. Slow down aja. Karya pertama sampai 100 bahkan 1000 tidak diterima oleh redaktur, maka jangan patah semangat jika kamu masih punya keinginan untuk menjadi seorang penlis. Tapi jika kamu tidak punya semangat lagi untuk menjadi seorang penulis dan ingin berpindah ke bidang lain boleh-boleh saja. Hidupmu adalah hidupmu jadi kamu yang akan menentukan ke arah mana hidupmu akan dilanjutkan. Tetap berusaha, berdo’a dan beristiqomahlah dalam perjuangan. Sungguh tiada kesuksesan bila kita belum mencicipi kesulitan.
So, jangan katakana dulu tidak mudah tapi katakana terlebih dahulu “MUDAH” maka kesulitan akan mudah diatasi dan kesulitan itu akan mudah kita hancurkan. SETUJU????

SEMANGAT BERKARYA :)