Jumat, 27 Juli 2012

Tangisan Annisa

Siang itu,
Terdengar tangisan seorang anak kecil,
tangisan sedih terisak-isak,
tangisan yang membuat sang bunda resah mendengarnya.
Tak pernah beliau mendengar tangisan sesedih ini,
Serintih ini,
Apa yang terjadi?
Waallahu 'alam.
"Siapakah gerangan? apakah anakku yang sedang terisak nangis itu?", tanya bunda salamah dalam hati.
krkktktttttkkttrrtt. . .suara pintu yang sudah berumur pun mengiringi langkah sang bunda menuju kamar buah hatinya. 
"Astagfirullah, annisa kenapa menangis, nak?" tanya bunda dengan muka memelas dan khawatir.
"heuheuheuheu. . . .", suara tangisan annisa semakin membuat sang bunda memeluknya erat.
"Coba annisa tenang, cerita sama bunda ya, sayang. Apa yang terjadi?", bujuk ibu.
Anggukan Annisa dengan wajah dipenuhi air mata dan sesekali tangan kecil mungil menghapusnya dan segera tenang karena hadirnya sang bunda.
"Bunda, maafin Annisa ya?", jelas Annisa
"Iya ibu maafin, tapi hari ini Annisa kan ga punya salah sama bunda, kenapa minta maaf?", jawab sang bunda.
"An. . .ni. .sa. . . telat shalatnya, bunda. Annisa takut Allah marah sama Annisa karena tidak melaksanakan amanat yang bunda berikan pada Nisa untuk selalu shalat tepat waktu", sahut annisa dengan suara terbata-bata 
"Subhanallah, Annisa jangan nangis. Sekarang kan masih ada waktu untuk shalat dzuhur, ayo nak wudhu dulu. Masa hamba Allah cengeng, Ayo bangun!", ajak sang bunda
"Iya bunda, maafin Nisa ya Allah, Nisa janji shalatnya ga akan telat lagi, Nisa takut Allah menghukum Nisa, seperti guru-guru disekolah kak Siska, selalu menghukum kak Siska kalau terlambat masuk sekolah", kata Nisa
"Kamu anak yang sholeah, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", seru sang bunda.






# Subhanallah, walhamdulillah, walaailaahailallah, waallahu akbar.
cerita inspiratif, diambil dari kisah nyata seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Semoga dapat diambil hikmahnya untuk pembaca yang budiman.
Terima kasih :)

Tidak ada komentar: