Kamis, 02 Agustus 2012

Renungkanlah!

Manusia adalah makhuk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah SWT. lainnya.Yang memiliki akal pikiran.
Dengan akal pikiran manusia bisa memilah-milih mana yang baik dan  mana yang buruk, sesuai rasionya. 
Akan tetapi, manusia dari zaman ke zaman memiliki sifat yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
Wajar, katanya manusia itu di dunia memiliki 7 kembaran. Sudahkan kamu menemukan kembaranmu???
Waallahu 'alam bis-shawab

 Anehnya, sekarang ada salah satu sifat manusia yang saya temukan, jangan jauh-jauhlah, disekitar saja coba perhatikan!
Kebanyakan manusia sekarang jika ditawarkan padanya sesuatu yang berbau dengan materi atau uang mereka berucap-ucap bahwa mereka adalah orang tidak mampu dan sangat membutuhkan uang.
Tapi kita lihat jika mereka ditawarkan untuk bersedekah walaupun hanya seribu rupiah, sangat enggan mengulurkan tangannya ke saku mereka cuma untuk mengeluarkan uang yang takkan menghabiskan uang mereka, bahkan akan menambah berlipat-lipat. Itulah janji Allah.
Mereka mengaku tidak mampu padahal memiliki rumah yang besar, memiliki mobil, orang tua PNS, dan lain-lain.
Dimanakah letak kejujuran manusia, dimanakah akal pikiran mereka?
Masih banyak saudara-saudara kita yang tak punya rumah, yang tak bisa makan, yang tak bisa memenuhi kebutuhan primer sekalipun. Jadi apa artinya TIDAK MAMPU jika merka memiliki segalanya????

Ingatlah sahabat . .
Walaupun kita tidak mampu dengan sebenar-benarnya tidak mampu, jujurlah katakan yang sebenarnya
Dan wahai sahabat. . . 
Yang sebenar-benarnya mampu namun tak sebenarnya tidak mampu, marilah berkontribusi untuk sedikit mengulurkan tangan kita untuk membantu mereka.

Pernah suatu ketika, pengalaman yang sangat berharga yang pernah diceritakan oleh guru dari penulis adalah
begitu Allah Maha Adil

"Ada seorang pasangan suami istri yang istrinya sedang hamil, namun ada kabar buruk bahwa kata dokter ada suatu penyakit yang mengharuskan istrinya dioperasi demi menyelamatkan salah satunya, bayinya atau ibunya. saat itu sang suami bingung karena dia hanya memiliki uang 2 juta. Selama perjalanan menuju rumah sakit, dia melihat para pengemis dari pengemis yang satu ke pengemis lainnya. Dan ketika itu pula dia secara tidak sadar uang 2 juta tersebut habis untuk bersedekah kepada para pengemis yang ia temui sepanjang perjalanannya. Beliau bingung tapi tak sebingung-bingungnya. 
Istrinya langsung dibawa ke ruang ICU dan sang suamipun hendak berdo'a kepada Sang Pemilik Alam disalah satu mushala kecil di rumah sakit tersebut. Disana entah beliau bertemu siapa pokoknya seorang ibu-ibu, yanginti dari percakapannya adalah:
"Saya bingung mau menyedekahkan uang ini kepada siapa, sudah seharian saya mencari orang yang tepat untuk menerima ini. Dan sepertinya kamu sedang membutuhkannaya. biarlah saya bersedekah hari ini  kepadamu", kata sang ibu.
dengan muka bingung sang suami tadi karena merasa senang, kaget dan juga bingung dia bergegas menuju ruang administrasi untuk menanyakan biaya istrinya. Namun dia lupa berterima kasih kepada ibu itu.
"Suster, tolong hitung uang yang ada diplastik ini ya?", pinta sang suami itu.
"iya, pak!", jawab suster
Dia segera kembali ke mushala tadi, namun tak ditemukan kembali ibu yang telah memberikan plastik yang berisi uang tersebut.
Setelah dihitung-hitung ternyata uang yang ada dalam plastik itu adalah 27 juta 500 ribu. 
Subhanallah, dan ternyata besarnya uang dalam plastik itu sama besarnya dengan biaya administrasi istrinya dirumah sakit.

Sahabat. . . 
Renungkanlah,
Sesulit apapun kita diuji, 
Setidak mampu kita dalam masalah finansial,
Tapi dari itu semua ada yang lebih Maha Besar dan Maha Segalanya, 

Bahkan tidak ada selain Dia sesuatu apapun yang menandinginya, siapa Dia??
Dialah Allah SWT. Yang Maha Segalanya.
Penulis jadi teringat dengan status Fb teman, bahwa kata dia "Janganlah mengatakan Ya Allah, mengapa masalahku begitu besar?? Tapi, katakanlah pada masalah bahwa wahai masalah, lihatlah Allah Maha Besar.


Semoga ada hikmahnya Sobat dari tulisan yang sederhana ini :)
Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca.

KEEP SEDEKAH FOR PRESENT AND FUTURE :)

Tidak ada komentar: