Aku lelah dengan semua ini,
Mereka datang saat mereka butuh,
bahkan jika mereka sangat butuh selalu mengejarku
Tapi saat mereka tak butuh selalu acuh padaku
Ya Allah, aku memang manusia yang kadang hakikat sebagai manusia selalu ingin dimengerti.
Apa aku pantas berkata seperti ini? "Aku bagai pintu"
Aku bagai akar, walaupun tak terlihat tapi ku selalu menyuburkan dan menumbuhkanmu.
Aku ingin kita sukses bersama kawan sampai Allah kan mempertemukan kita kelak di syurga-Nya.
Tapi mengapa dan mengapa?
Kadang ku diam menyaksikan sesuatu hal yang tidak dapat ku mengerti,
Aku tunduk dibawah langit-Mu yang biru,
Kadang aku menangis dibawah cahaya dewi malam yang memancarkan sinarnya.
Subhanallah,
Sungguh aku tidak pantas berkata seperti ini
Aku hanya manusia bodoh yang selalu belajar,
belajar dari sekitar, belajar dari kesalahan, belajar untuk menjadi hamba yang iman
Sebelum aku meninggalkan tempat sandiwara ini
Semoga kehadiranku bermanfaat untuk semua
Belajarlah dari keikhlasan dan kesabaran.
karena:
"Khoerun-nassi anfauhum lin-nass"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar